Showing posts with label Kesehatan Wanita. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan Wanita. Show all posts

Wednesday, February 17, 2010

Wanita Berjilbab Harus Banyak Kena Matahari

Wanita berjilbab sebaiknya menyediakan waktu lebih banyak untuk berjemur di bawah sinar matahari. Wanita dengan kulit yang tertutup berisiko kekurangan vitamin D dan osteoporosis karena asupan sinar matahari yang kurang.

Pakaian yang serba tertutup membuat penyerapan sinar matahari ke kulit tidak maksimal. Terlebih jika aktivitasnya lebih banyak di dalam ruangan. Oleh karena itu peneliti menyarankan wanita dengan pakaian tertutup memperhatikan asupan vitamin D.

Tapi perlu diingat sinar matahari yang paling sehat adalah sinar matahari antara pukul 7-9 pagi atau di atas pukul 15.00. Sinar matahari pada jam-jam itu tidak berbahaya bagi kulit.

Peneliti dari the Children's Hospital at Westmead melakukan studi terhadap 149 orang yang berasal dari Sudan, Mesir dan Kenya. Studi dilakukan di Sydney pada musim dingin dan musim semi pada tahun 2006. Hasilnya menunjukkan, 90 persen partisipan masih tergolong kekurangan vitamin D.

Namun partisipan yang paling rendah kadar vitamin D-nya adalah orang dengan pigmen kulit gelap, orang dengan pakaian serba tertutup serta ibu menyusui anak di atas 6-12 bulan.

Seperti dikutip Themedicalnews, Rabu (17/2/2010), vitamin D sangat penting untuk kesehatan tulang dan sumber vitamin D yang paling baik adalah sinar matahari. Kekurangan vitamin D bisa meningkatkan risiko osteoporosis dan retak tulang.

Osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita. Hal ini disebabkan pengaruh hormon estrogen yang mulai menurun kadarnya dalam tubuh sejak usia 35 tahun. Selain itu, wanita pun mengalami menopause yang dapat terjadi pada usia 45 tahun. Menurut survei, 24 persen wanita berumur 40–59 tahun sudah mengalami osteoporosis.

Kekurangan vitamin D juga bisa menyebabkan patah tulang, myalgia, myopathy dan retak tulang. Ibu hamil yang kekurangan vitamin D juga sangat rentan melahirkan anak dengan kaki O dan gangguan motorik. Tak hanya untuk tulang, vitamin D juga sangat pentng untuk sistem imun tubuh dan pertumbuhan sel.

Untuk itu peneliti menyarankan agar orang berkulit gelap, berjilbab, anak-anak dan orang dewasa butuh tambahan sinar matahari lebih banyak untuk meningkatkan jumlah vitamin D dalam tubuhnya.

Ibu hamil berkulit gelap dan berjilbab juga ditekankan untuk menjalani screening rutin untuk mengetahui level vitamin D-nya pada trimester pertama kehamilan. Studi yang dipublikasikan dalam Medical Journal of Australia ini merekomendasikan asupan vitamin sebesar 400 IU per hari jika ingin terhindar dari risiko osteoporosis.

Selain itu, risiko osteoporosis juga bisa terjadi pada wanita yang mengalami pengangkatan rahim, orang yang kurang olahraga, punya riwayat keturunan osteoporosis, perokok, punya tubuh terlalu kurus, konsumsi daging merah berlebih, peminum kopi dan minuman bersoda serta pengguna obat-obatan seperti Kortison, Prednison, Anti konvulsan atau hormon tiroid. Osteoporosis adalah suatu penyakit yang biasanya tidak diikuti gejala, makanya sering disebut sebagai The Silent Thief. Tapi ada beberapa gejala yang bisa jadi dasar untuk menentukan seseorang terkena osteoporosis atau tidak, diantaranya:
  1. Adanya nyeri di tulang belakang, pergelangan tangan, pangkal paha
  2. Adanya nyeri dan rasa sakit pada tulang leher
  3. Adanya kecenderungan penurunan tinggi badan
  4. Postur tubuh kelihatan memendek.
Sumber http://health.detik.com/read/2010/02/17/082007/1301044/766/wanita-berjilbab-harus-banyak-kena-matahari?993306755
Readmore »

Wednesday, November 18, 2009

Ibu Hamil, Ayo Cermati Kondisi Gusi!

Saat hamil, tidak hanya kesehatan tubuh dan janin saja yang perlu diperhatikan, tapi juga gusi. Hasil riset membuktikan, penyakit gusi pada ibu hamil bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah.

Perubahan hormon yang terjadi saat hamil berpengaruh besar terhadap kesehatan gigi dan mulut, termasuk gusi. Perubahan hormon ini menyebabkan terjadinya perlunakan pembuluh darah gusi sehingga bisa menimbulkan peradangan pada gusi. Masalah lain adalah pembengkakan pada gusi (epulis gravidarum) yang terjadi di gusi di antara dua gigi.

Menurut dr.Boy Abidin, Sp.OG, gusi berdarah merupakan tanda adanya masalah pada gusi. "Gusi berdarah adalah tanda pecahnya pembuluh darah. Ini bisa jadi pintu masuknya kuman, karena itu segera lakukan perawatan ke dokter gigi," kata dokter yang berpraktik di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta ini.

Bila tidak ditangani peradangan gusi bisa menyebabkan bakteri masuk ke pembuluh darah dan pada ibu hamil bisa menyebabkan bayi terlahir prematur atau lahir dengan berat badan kurang. "Kuman yang tersimpan di dalam plak akan masuk ke gusi dan menyebabkan infeksi. Hal ini bisa menyebabkan reaksi sistem imun dan prostaglandin yang memicu timbulnya kontraksi. Akibatnya bayi lahir prematur," papar Boy Abidin.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Periodontology tahun 1996 juga menyebutkan ibu hamil yang memiliki masalah gusi memiliki risiko tujuh kali lebih tinggi memiliki bayi prematur dan berat badan rendah. "Pembengkakan gusi juga bisa memengaruhi aliran darah ke plasenta yang membawa makanan bayi sehingga bayi lahir dengan berat rendah," tambah Boy.

Selain pengaruh hormonal yang dialami pada kelompok ibu hamil, wanita haid dan menopause, menurut drg. Yulia Rachma Sp.Perio, penyakit gusi (ginggivitis) juga bisa terjadi akibat cara menyikat gigi yang salah, tekanan pada gusi, serta kebiasaan merokok.

"Ginggivitis yang tidak ditangani bisa menjadi periodontitis atau kerusakan jaringan gigi yang ditandai dengan gusi bengkak, berdarah, serta gusi turun," kata Yulia. Selain gusi, tulang yang yang menjadi landasan gigi pun menjadi rentan terhadap infeksi. "Pada kondisi ini, kedudukan gigi menjadi goyang bahkan lepas meski giginya sehat," katanya.

Untuk menghindari penyakit gigi dan gusi, baik Yulia dan Boy menyarankan agar ibu hamil rajin menyikat giginya, minimal dua kali sehari, mengonsumsi makanan bergizi, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan gigi ke dokter gigi bila mengalami gusi berdarah. "Meski sering merasa mual, sebaiknya tetap sikat gigi dengan pasta gigi," kata Boy. 

Sumber Kompas
Readmore »

Tuesday, September 1, 2009

Pada masa subur Wanita begitu ingin bersetubuh (ML)

"Gue cuma nglakuin sekali, itu juga cuma sebentar, kok langsung hamil sih."

Keheranan semacam itu, sering kita dengar dari pasangan muda yang tidak menginginkan kehamilan. Entah karena belum menikah, atau sudah menikah tapi belum menginginkan kehadiran si kecil.

Satu hal yang perlu diperhatikan pria, berhati-hatilah bila wanita mendadak lupa segalanya. Mereka begitu bergairah sehingga nekat "memaksa" Anda melakukan seks berisiko alias tanpa pengaman, sebab kemungkinan hamil sangat besar.

Kok bisa? Itu ada sebabnya.

Berdasarkan penelitian terbaru -- yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Human Reproduction-- sekali berhubungan seks kerapkali mengakibatkan kehamilan. Once often enough to get pregnant. Kenyataan ini, tentu saja jauh dari perkiraan orang sebelumnya.

Ilmuwan dari The US National Institute of Enviromental Health Sciences, di Durham, Carolina Utara, menemukan bukti-bukti bahwa wanita secara tidak sadar ingin sekali berhubungan seks begitu masa suburnya tiba.

Frekuensi hubungan intim yang dilakukan wanita pada saat subur melonjak 24 persen ketimbang hari-hari lainnya.

Lonjakan libido yang berujung pada hubungan seks itu, tidak hanya terjadi pada wanita yang tidak menggunakan alat-alat pencegah kehamilan, tetapi juga pada wanita yang sudah disterilisasi atau menggunakan intrauterine device (IUD).

Masa subur berlangsung selama enam hari setiap bulannya. Lima hari sebelum ovulasi, dan 1 hari pada saat ovulasi. Ovulasi adalah, terlepasnya sel telur masak dari folikel, biasanya terjadi antara hari ke-9 dan hari ke-17 sesudah permulaan haid. Nah, pada masa-masa itu, Anda jangan coba-coba melakukan hubungan seks, karena risiko kehamilannya sangat besar.

Hingga detik ini, para ahli belum tahu benar mengapa frekuensi hubungan seks wanita melonjak selama masa subur. Ada sejumlah dugaan, libido wanita meningkat selama proses ovulasi, sehingga keinginan untuk berhubungan seks begitu tinggi. Kemungkinan lain, pada masa subur tubuh wanita memproduksi lebih banyak pheromones, kimiawi yang mengirim pesan pada lawan jenis, yang meningkatkan daya tarik seksualnya.

"Kelihatannya ada faktor biologis yang membuat wanita begitu ingin bersetubuh pada masa subur, terlepas dari dia mengingin bayi atau tidak," kata Profesor Allen Wilcox dari The US National Institute of Enviromental Health Sciences.

Jelaslahlah, bagi wanita, hasrat untuk berhubungan seks dengan lawan jenis itu tidak terjadi secara sembarangan lho, atau terjadi begitu saja, ada faktor-faktor biologis yang memicunya.

Bagi yang belum ingin hamil, hati-hati kalau mau berhubungan intim, apalagi tanpa pengaman. Hasrat seks yang menggebu-gebu itu justru terjadi pada saat subur, dan risiko kehamilan jauh lebih besar ketimbang yang Anda bayangkan.

Sebagian dari Anda tentu bertanya-tanya, kapan ya masa subur saya?

Masa subur itu waktu di mana sel telur (ovum) sudah matang dan siap dibuahi. Jadi jika terjadi hubungan seks bisa mengakibatkan pembuahan dan terjadilah kehamilan.

Perhitungan masa subur erat kaitannya dengan siklus haid. Biasanya siklusnya 28 hari (antara 21 s/d 35 hari). Namun siklus ini bisa dipengaruhi oleh faktor psikologis (misalnya stres) dan faktor kondisi fisik (misalnya sakit, kelelahan, kurang gizi, atau dalam proses pengobatan).

Titik puncak kesuburan sebenarnya terjadi pada hari ke-14 sebelum haid berikutnya, tetapi karena siklus haid bulanan tidak selalu sama, maka masa subur diperkirakan 3-5 hari sebelum dan sesudah hari ke-14 tersebut. Jadi, kurang lebih 10 hari di tengah-tengah 2 periode haid.Serius amat ni baca nya.udah abis tuh artikel nya mudah-mudahan aja bisa bermanfaat buat kita semua.
Readmore »

Recent Comments




UroBux - A Place to Earn online!



Dbclix.Com










lowongan kerja di rumah
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.